Larangan memakai celana dalam bagi laki-laki saat ihram bukan karena Islam anti kenyamanan atau sekadar aturan tanpa makna.
Dalam syariat, ihram adalah kondisi ibadah khusus yang memiliki simbol ketundukan, kesederhanaan, dan pelepasan identitas duniawi di hadapan Allah.
“Janganlah orang yang berihram memakai gamis, sorban, celana, burnus, dan pakaian yang terkena minyak wangi…”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu laki-laki memakai:
- kain atas (rida’)
- kain bawah (izar)
Mengapa laki-laki tidak boleh memakai celana dalam saat ihram?
- Karena ihram adalah keadaan ibadah khusus dengan aturan khusus
Dalam Islam, ada kondisi tertentu yang memiliki aturan pakaian berbeda:
- shalat → harus menutup aurat tertentu
- haji/ihram → pakaian tertentu
- jenazah → dikafani sederhana
Ihram bukan pakaian biasa, tetapi simbol masuk ke dalam ibadah besar di hadapan Allah.
Allah berfirman:
“Dan sempurnakanlah haji dan umrah karena Allah.”
(QS Al-Baqarah 2:196)
Artinya, tata cara haji bukan dibuat manusia, tetapi ditetapkan Allah dan dicontohkan Nabi ﷺ.
- Larangan itu khusus untuk pakaian yang “membentuk tubuh”
Mayoritas ulama menjelaskan bahwa yang dilarang adalah pakaian yang:
- dijahit mengikuti bentuk anggota tubuh
- melekat pada badan
- seperti celana, kaos, gamis, pakaian dalam, dll
Bukan berarti “jahitan” itu haram secara mutlak.
Maka:
- sabuk boleh
- sandal boleh
- tas boleh
- kain dijahit pinggirnya boleh
Yang dilarang adalah pakaian yang membentuk tubuh seperti pakaian normal sehari-hari.
Karena celana dalam termasuk pakaian yang:
- mengikuti bentuk aurat
- melekat pada tubuh
- bagian dari pakaian harian
maka ia masuk larangan ihram bagi laki-laki.
- Hikmah utamanya: melepas simbol status dunia
Semua laki-laki saat ihram memakai pakaian yang hampir sama:
- tidak ada jas
- tidak ada seragam pejabat
- tidak ada pakaian mewah
- tidak ada simbol kekayaan
Raja, ulama, miskin, kaya — semua tampak sama.
Ini mengingatkan manusia bahwa:
- di hadapan Allah semua setara
- manusia akan kembali hanya membawa amal
- dunia hanyalah sementara
Karena itu ihram sangat mirip dengan kain kafan:
- sederhana
- tanpa kemewahan
- tanpa identitas sosial
Nabi ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa kalian dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian.”
(HR Muslim)
- Mengapa khusus laki-laki?
Karena syariat pakaian laki-laki dan perempuan memang berbeda.
Perempuan saat ihram:
- tetap memakai pakaian biasa yang menutup aurat
- tetapi tidak memakai niqab dan sarung tangan
Sedangkan laki-laki:
- dibuka kepala
- memakai dua kain sederhana
- tidak memakai pakaian berjahit membentuk tubuh
Ini bagian dari perbedaan syariat antara laki-laki dan perempuan dalam beberapa ibadah.
- Ihram juga melatih kesabaran dan pengendalian diri
Saat ihram, banyak hal dibatasi:
- tidak boleh memakai parfum
- tidak boleh berburu
- tidak boleh memotong rambut
- tidak boleh berhubungan suami istri
- laki-laki tidak memakai pakaian normal
Tujuannya agar manusia:
- fokus kepada Allah
- meninggalkan kenyamanan dunia sementara
- merasakan kerendahan diri
- melatih taat walau tidak selalu memahami semua hikmah secara penuh
Inilah hakikat ubudiyyah (penghambaan).
- Apakah ini berarti Islam mempersulit?
Tidak.
Islam tetap memberi rukhsah (keringanan).
Jika seseorang:
- sakit
- ada luka
- ada kondisi medis
- iritasi berat
maka ulama membolehkan memakai pakaian tertentu dengan membayar fidyah sesuai aturan.
Karena Allah berfirman:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya.”
(QS Al-Baqarah 2:286)
- Dari sisi spiritual: ihram menggambarkan keadaan manusia saat dibangkitkan
Banyak ulama menjelaskan:
- pakaian ihram menyerupai kafan
- manusia datang kepada Allah tanpa kemewahan
- semua status dunia hilang
Karena itu haji sering menjadi momen taubat dan perenungan besar.
Nabi ﷺ bersabda:
“Barang siapa berhaji lalu tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasik, maka ia kembali seperti hari dilahirkan ibunya.”
(HR Bukhari dan Muslim)
Jadi : Laki-laki saat ihram tidak memakai celana dalam karena:
✅ mengikuti perintah Nabi ﷺ
✅ bagian dari aturan khusus ibadah ihram
✅ untuk meninggalkan pakaian yang membentuk tubuh
✅ melatih kesederhanaan dan ketundukan
✅ menghapus simbol status sosial
✅ mengingatkan manusia kepada kematian dan akhirat
✅ melatih kesabaran serta fokus ibadah
Jadi larangan itu bukan tanpa makna, tetapi penuh simbol spiritual, pendidikan jiwa, dan ketundukan kepada Allah.