#29 LELAKI YANG MENGEJAR NABI ﷺ DI TENGAH KERUMUNAN SATU PERTANYAAN YANG MENJAWAB SEGALANYA

3duniaindigo.com

29 LELAKI YANG MENGEJAR NABI ﷺ DI TENGAH KERUMUNAN SATU PERTANYAAN YANG MENJAWAB SEGALANYA

Ada orang yang rela menempuh perjalanan jauh dan melelahkan hanya demi satu kesempatan: bertemu Rasulullah ﷺ dan bertanya langsung kepada beliau.

Di antara mereka adalah seorang lelaki dari Kota Kufah bernama Abdullah Al-Yasykuri.

Adapun pertanyaan yang ia ajukan, di tengah ribuan jamaah haji, ternyata bukan hanya untuk dirinya sendiri melainkan untuk umat sepanjang zaman.

01 – MENCARI NABI ﷺ DI TENGAH LAUTAN MANUSIA

Haji Wada’ adalah momen yang tidak tertandingi dalam sejarah. Puluhan ribu manusia berkumpul dalam satu ibadah, satu tujuan, satu kerinduan.

Dan, di tengah lautan itu, ada seorang nabi yang setiap langkahnya menjadi teladan, setiap kata-katanya menjadi wahyu kehidupan.

Abdullah Al-Yasykuri datang jauh-jauh dari Kufah dengan satu tekad: bertemu Rasulullah ﷺ. Ia pergi ke Mina Nabi ﷺ sudah beranjak. Ia susul ke Arafah belum juga tercapai.

Kesempatan demi kesempatan hampir luput. Sampai akhirnya ia mendengar kabar bahwa Nabi ﷺ tengah dalam perjalanan menuju Muzdalifah setelah wukuf di Arafah.

Tanpa membuang waktu, ia mempercepat langkah untuk datang ke Muzdalifah.

02 – MENGHADANG DI TENGAH JALAN

Rombongan Nabi ﷺ bergerak bagaikan lautan yang berombak. Para sahabat berjalan mengikuti dari belakang, sementara di depan, unta Al-Qashwa melangkah tenang membawa junjungannya.

Tiba-tiba, Abdullah Al-Yasykuri datang menghadang. Para sahabat yang berada di dekat Nabi ﷺ merasa terganggu. “Wahai Fulan, minggirlah dan biarkan kami lewat,” seru mereka.

Namun Nabi ﷺ berkehendak lain, “Biarkan ia menyampaikan hajatnya,” ucap beliau.

Satu kalimat pendek. Tetapi betapa dalamnya makna di balik itu—di tengah kelelahan perjalanan, di tengah keramaian ribuan orang, beliau masih mau berhenti dan berkata: biarkan ia berbicara.

03 – PERTANYAAN YANG MELAMPAUI SATU ZAMAN

Abdullah Al-Yasykuri kini berhadapan langsung dengan sang kekasih hati. Kegembiraan terpancar jelas dari wajahnya. Dengan suara yang agak bergetar, ia bertanya perlahan:

“Duhai Rasulullah, sampaikan kepadaku sesuatu yang mendekatkanku ke surga dan menjauhkanku dari neraka.”

Nabi ﷺ diam sejenak. Lalu beliau menengadahkan pandangan ke atas, seolah menghimpun jawaban terbaik untuk pertanyaan terbesar itu, kemudian bersabda:

  • “Menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya sedikit pun, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, melaksanakan ibadah haji …
  • (Kemudian) cintailah orang lain sebagaimana engkau mencintai dirimu sendiri. Apa yang engkau tidak suka, maka jauhkan ia dari orang lain juga.” (HR Ahmad)

Kegembiraan terpancar di wajah lelaki ini. Ia mendapat jawaban langsung dari sang Rasul petunjuk jalan menuju surga, disampaikan di atas tanah paling suci, pada hari paling agung.

04 – JAWABAN UNTUK KITA SEMUA

Hal terindah bukan hanya pertemuannya, melainkan apa yang dikatakan perawi setelahnya, “Jawaban ini, meski tampaknya tertuju pada lelaki yang bertanya, tetapi ia juga tertuju kepada semua umatnya.”

Artinya, pertanyaan dari Abdullah Al-Yasykuri adalah pertanyaan kita semua. Dan, jawaban Nabi ﷺ itu adalah jawaban untuk kita semua juga.

Tauhid, shalat, menunaikan zakat, puasa, dan berhaji. Kemudian, mencintai sesama sebagaimana kita mencintai diri sendiri.

Ini bukan jawaban yang rumit. Bukan pula jawaban tersembunyi di balik lembaran kitab tebal. Inilah jawaban yang bisa langsung diamalkan—hari ini, detik ini, oleh siapa saja.

Kita, tentu saja, tidak bisa mengejar Nabi ﷺ di Padang Arafah seperti Abdullah Al-Yasykuri. Akan tetapi sabda beliau masih ada. Masih hidup. Masih menjawab pertanyaan yang sama:

Apa yang harus aku lakukan agar selamat? Dan, jawabannya sudah ada. Tinggal satu hal yang tersisa apakah kita mau mengamalkannya atau tidak?

📚 … Disarikan dari Musnad Ahmad, 25/217 (15883); At-Tauhid 1/90 (Al-Muqaddasi), Al-Jami’ 11/206 (Mu’ammar), Shahih Al-Bukhari, Bab Haji 92–94; Al-Maghazi (Al-Waqidi), hlm. 725, dalam Jalan Nabi 3 (Tim Jalan Nabi)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top