
#46 Kisah Rasulullah ﷺ dan Rasa Malu di Hadapan Utsman bin Affan RA
•> Sahabat yang Membuat Malaikat Pun Malu
Di antara para sahabat Rasulullah ﷺ, ada seorang yang dikenal karena kesucian hati, kelembutan akhlak, dan rasa malunya yang luar biasa.
Beliau adalah Utsman bin Affan.
Bahkan Rasulullah ﷺ pernah menyebut beliau dengan sebuah keutamaan yang sangat agung:
“Tidakkah aku merasa malu kepada seseorang yang malaikat saja malu kepadanya?”
Kalimat ini menjadi salah satu pujian terbesar yang pernah diberikan Rasulullah ﷺ kepada seorang sahabat.
•> Suatu Hari di Rumah Rasulullah ﷺ
Diriwayatkan dalam hadis sahih bahwa suatu hari Rasulullah ﷺ sedang berada di rumah beliau.
Saat itu beliau sedang beristirahat.
Kedua betis atau sebagian pahanya tampak terbuka karena suasana santai di dalam rumah.
Kemudian datang seorang sahabat meminta izin masuk.
Sahabat itu adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Rasulullah ﷺ mengizinkannya masuk.
Beliau tetap dalam posisi semula.
Mereka berbincang seperti biasa.
•> Umar Datang
Tak lama kemudian datang sahabat yang lain.
Yaitu Umar bin Khattab.
Rasulullah ﷺ mengizinkannya masuk.
Beliau juga tetap dalam posisi yang sama.
Kemudian mereka berbicara bersama.
Tidak ada perubahan sikap yang mencolok.
•> Ketika Utsman Meminta Izin
Beberapa saat kemudian terdengar kabar bahwa Utsman bin Affan RA meminta izin untuk masuk.
Begitu mendengar nama Utsman, Rasulullah ﷺ langsung duduk dengan lebih rapi.
Beliau merapikan pakaiannya.
Beliau menutupi bagian tubuh yang sebelumnya tampak.
Lalu beliau mempersilakan Utsman masuk.
Utsman masuk dengan penuh adab dan rasa hormat.
Mereka pun berbincang bersama.
•> Aisyah Merasa Heran
Setelah Utsman pulang, Ummul Mukminin Aisyah binti Abu Bakar merasa heran.
Beliau bertanya kepada Rasulullah ﷺ:
“Wahai Rasulullah, ketika Abu Bakar masuk engkau tidak berubah. Ketika Umar masuk engkau juga tidak berubah. Tetapi ketika Utsman masuk engkau langsung merapikan pakaianmu dan duduk dengan lebih rapi.”
Pertanyaan itu sangat wajar.
Karena memang ada perubahan sikap yang terlihat jelas.
•> Jawaban yang Menggetarkan Langit
Rasulullah ﷺ kemudian memberikan jawaban yang luar biasa.
Beliau bersabda:
“Tidakkah aku merasa malu kepada seseorang yang malaikat pun malu kepadanya?”
Dalam riwayat lain Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Utsman adalah seorang yang sangat pemalu.”
Betapa agung kedudukan Utsman bin Affan RA.
Sampai-sampai malaikat yang suci pun menghormati rasa malunya.
Dan Rasulullah ﷺ menghargai sifat tersebut.
•> Mengapa Utsman Begitu Istimewa?
Utsman bin Affan bukanlah seorang panglima yang terkenal karena keberaniannya di medan perang seperti Khalid bin Walid.
Bukan pula seorang orator hebat seperti Umar bin Khattab.
Yang membuatnya istimewa adalah kebersihan hati dan kemuliaan akhlaknya.
Beliau sangat menjaga pandangan.
Sangat menjaga lisan.
Sangat pemalu dalam melakukan keburukan.
Sangat lembut kepada sesama Muslim.
Dan sangat dermawan di jalan Allah.
•> Pengorbanan Utsman untuk Islam
Ketika kaum Muslimin mengalami kesulitan dalam Perang Tabuk, Utsman datang membawa hartanya.
Beliau menyumbangkan ratusan unta lengkap dengan perlengkapannya.
Beliau juga menyerahkan emas dalam jumlah besar.
Melihat pengorbanan itu Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak akan membahayakan Utsman apa yang ia lakukan setelah hari ini.”
Karena begitu besar jasa dan keikhlasannya untuk Islam.
•> Malu yang Hilang di Akhir Zaman
Hari ini banyak manusia malu terlihat miskin.
Malu memakai pakaian sederhana.
Malu jika tidak mengikuti tren.
Namun sedikit yang malu ketika berbuat dosa.
Sedikit yang malu ketika meninggalkan shalat.
Sedikit yang malu ketika melukai hati orang tua.
Padahal rasa malu adalah salah satu cabang keimanan.
Semakin kuat iman seseorang, semakin besar rasa malunya kepada Allah.
•> Hikmah yang Menyentuh Hati
Kisah ini mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang tidak selalu terlihat dari kekuatan fisik atau banyaknya harta.
Terkadang kemuliaan terbesar justru ada pada hati yang bersih.
Utsman bin Affan RA memiliki sifat malu yang begitu agung hingga Rasulullah ﷺ menghormatinya secara khusus.
Dan sifat itu membuatnya dicintai manusia, dicintai Rasulullah ﷺ, bahkan dihormati oleh para malaikat.
•> Renungan
Jika malaikat saja malu kepada Utsman bin Affan RA karena kesucian akhlaknya, lalu bagaimana dengan kita?
Sudahkah kita memiliki rasa malu ketika hendak bermaksiat?
Sudahkah kita malu kepada Allah yang selalu melihat setiap perbuatan kita?
Karena rasa malu yang lahir dari iman bukanlah kelemahan.
Ia adalah cahaya yang menjaga seseorang dari dosa dan mengantarkannya menuju kemuliaan di sisi Allah.
Utsman bin Affan RA tidak dikenang karena wajahnya, kekayaannya, atau kedudukannya. Ia dikenang karena hati yang begitu bersih hingga malaikat pun merasa malu kepadanya. 🤲
Wallāhu a‘lam bish-shawāb.